DEMA FEBI IAIN Kudus

Tampilkan postingan dengan label INFO KAMPUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO KAMPUS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2018

Logo GSEI 2018 dan Filosofinya




Filosofi logo GSEI 2018

1.warna Hijau yg mengelilingi artinya ruang lingkup kampus hijau (stain)
2.Menara kudus, sebagai ciri khas STAIN kudus.
3. Warna Merah, warna dominan Jurusan Syariah Dan Ekonomi Islam
4.Tulisan, acara ini bernama Gebyar syariah Dan Ekonomi Islam 2018 di STAIN kudus 7-8 Mei 2018
5. Bintang Bermakna sebagai inspirasi Dan Kemilauanya kegiatan
6. Sembilan Bintang Bermakna (STAIN Kudus, Jurusan Syariah Dan Ekonomi Islam Dan Tujuh Prodi(ES, MBS,AS, MZW, HES, AKSYA, PS)
7. Tujuh warna menjulang ke atas (Tujuh Prodi Berlomba Untuk menampilkan Terbaik untu Jurusan Syariah Dan Ekonomi Islam.

Ayo Meriahkan....!!! GSEI IAIN Kudus 2018


Gebyar Syariah dan Ekonomi Islam 2018 yang diselenggarakan HMJ Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Kudus 2018

HMJ SEI IAIN Kudus Mengucapakan Selamat & Sukses kepada Bapak Dr. H. Mundakir, M.Ag


 HMJ SEI IAIN Kudus Mengucapakan Selamat & Sukses Atas Terlantiknya Bapak Dr. H. Mundakir, M.Ag menjadi Rektor IAIN Kudus Periode 2018-2022.

Semoga IAIN lebih baik dibawah kepemimpinan beliau... Aamiin

Rabu, 28 Maret 2018

HMJ STAIN Kudus Siapkan Kader Jurnalis



KUDUS,Suaranahdliyin.com – Menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya mengelola media, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus mengadakan pelatihan jurnalistik dan media sosial, di Gedung Rektoriat, Sabtu (03/03/2018).
Ketua HMJ Syariah, Muhammad Jamaluddin, mengatakan pelatihan ini diadakan untuk menyiapkan kader yang cerdas bermedia.
“Ada sekitar 30 peserta yang hadir, semuanya diberikan materi dan pendampingan untuk bisa mengelola media sosial dengan baik,” ujarnya.
Jamal juga menyampaikan kegiatan ini sekaligus menjadi program rintisan untuk mendirikan lembaga pers tersendiri di bawah naungan HMJ Syariah dan Ekonomi Islam. Menurutnya itu diperlukan untuk menampung aspirasi bagi mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam agar tersampaikan dan diperhitungkan oleh para pemangku kebijakan, utamanya di kampus.
“Nanti kalau sudah jadi IAIN, kita juga ingin mendirikan lembaga pers sendiri yang berfokus pada isu seputar mahasiswa syariah dan ekonomi Islam,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, peserta diberi materi soal jurnalistik dasar dan desain grafis. Selanjutnya untuk rencana tindak lanjut peserta akan diberikan follow up berupa materi teknis yang berhubungan dengan ilmu jurnalistik. Seperti berita, artikel, latihan memetakan isu, dan sebagainya.
“Saat ini saya coba menjaring kerjasama dengan Paradigma untuk menyiapkan itu semua,” jelasnya.
Menurut salah satu peserta, Ila Mardhatillah, pelatihan seperti ini penting untuk mengedukasi mahasiswa dalam mengelola media, utamanya media sosial.
“Jadikan media sosial tidak hanya bermanfaat di dunia tetapi juga meraih pahala dan kebaikan hingga di akhirat,” tulisnya dalam secarik kertas tantangan dari panitia. (rid)

Sumber : Suara Nahdliyin